Kamis, 09 Juli 2009

NARKOBA DAN MIRAS

MATERI MASA ORIENTASI SISWA BARU (MOS)
SMK NEGERI 1 KUTASARI
TAHUN DIKLAT 2009



Penyebaran narkoba dan miras saat ini sudah mewabah dalam masyarakat. Penyebarannya tidak lagi mengenal status ekonomi social serta usia. Kita hendaknya mewaspadai masalah ini dan saling membantu jika ada yang kecanduan, karena hanya dengan dukungan orang disekelilingnya dapat sembuh.
Korban dari narkoba tidak lagi mengenal batasan umur danstatus social ekonomi. Tua, muda bahkan anak yang baru menginjak remaja sudah banyak yang terjerat atau menjadi pemakai narkoba. Kebanyakan pencandu terdiri dari kaum remaja, baik mereka dikota maupun didesa yan berasal dari keluarga miskin ataupu kaya, berpendidikan tinggi ataupun biasa-biasa saja.

I. Pengertian narkoba dan miras serta efeknya.
Narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba) adalah jenis obat yang mempunyai efek tertentu sehingga berbahaya jika dikonsumsi secara sembarangan, karena itu penggunaannya harus sesuai dengan anjuran dokter.
Efek dari penggunaan Narkoba :
1. Menyebabkan lumpuh atau mati rasa.
2. Mengurangi rasa sakit
3. Mengendorkan syaraf
4. Menenangkan dan membuat tidur (depresan)
5. Merangsang syaraf pusat agar anergi atau aktifitas meningkat (stimulansia)
6. Merubah pkiran atau perasaan agar terasakan hal yang luar biasa (halusinogen)
Ketagihan narkoba akan meyebabkan penurunan kekebalan, keracunan darah dan dapat pula menyebabkan kematian.
Sedangkan miras (minuman keras) adalah minuman yang mengandung alcohol dan dapat menimbulkan ketagihan, bias bebahaya bagi pemakainya karena dapat mempengaruhi pikiran , suasana hati serta perilaku serta menyebabkan kerusakan fungsi organ-organ tubuh.
Efek yang ditimbulkan adalah memberikan rangsangan, menenangkan, menghilangkan rasa sakit, membius serta membuat gembira.

II. Jenis-jenis narkoba dan miras
Beberapa contoh narkoba :
a) Heroin
b) Ganja
c) Ecstasy
d) Shabu-shabu
e) Amphetamine (stimulant sintesis)
f) Ganja
Beberapa contoh miras :
a) Bir
b) Wisky
c) Vodka dengan berbagai jenis merk
d) Tuak atau arak (dari poho aren/nira)
e) Ciu atau brem (sari ketan/tebu)
f) Anggur beras

III. Tanda-tanda sederhana jka kecanduan narkoba/miras
Tanda-tanda sederhana yang dapat terlihat dari sesorang yang mungkin sedang kecanduan narkoba atau miras :
1) Perubahan perilaku seperti : yang biasanya periang tiba-tiba menjadi pemurung, mudah tersinggung dan cepat marah tanpa alasan yang jelas.
2) Sering menguap dan mengantuk, malas, melamun dan tidak memperhatikan kebersihan tau penampilan diri.
3) Menjadi tidak disiplin, atau sering kabur, baik dirumah maupun disekolah.
4) Nilai raport maupun prestasi lainnya menurun.
5) Bersembunyi ditempat-tempat gelap atau sepi agar tidak terlihat orang.
6) Lebih bergaul dengan orang-orang tertentu saja yang mempunyai cirri-ciri seperti tanda-tanda diatas.
7) Mencuri apasaja milik orang tua atau saudara untuk membeli narkoba atau miras.
8) Sering cemas mudah stress atau gelisah, sukar tidur.
9) Mata merah seperti mengantuk terus atau memakai kacamat hitam terus.

IV. Akibat penyalahgunaan narkoba/miras.
Apabila ada orang tua atau teman menggunakan secara terus menerus selama satu bulan atau lebih maka akan menjurus pada gejala :
1) Malas makan, sehingga fisik lemah dan kekurangan gizi.
2) Hidup jorok sehingga terkena eksim
3) Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus dan sulit tidur
4) Gangguan otot jantung dan tekanan darah tinggi.
5) Ganguan gerak dan keseimbangan tubuh.
6) Lamban kerja, ceroboh, sering tegang dan gelisah
7) Hlang kepercayaan diri, apatis, penghayal, dan penuh curiga.
8) Gangguan mental, anti social dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan.
9) Cenderung menyakiti diri dan bahkan bunuh diri.
10) Kematian karena kerusakan organ tubuh.

V. Akibat miras bagi kesehatan reproduksi
Menggunakan narkoba dan miras dapat berakibat buruk bagi kelangsungan hidup untuk mempunyai keturunan diantaranya :
1) Pola hidup jorok dan melupakan norma susila sering mengabitkan tertularnya penyakit kelamin (PMS, HIV/AIDS) yang menularkan kepada pasangan, dan dapat pula secara langsung menular pada bayi yang dikandung atau bayi lahir cacat.
2) Kecanduan obat terlarang pada orang tua dapat mengakibatkan bayi lahir dengan ketergantungan obat sehingga harus mengalami perawatan intensif yang mahal.
3) Kebiasaan menggunakan narkoba/miras dapat menurun pada sifat-sifat anak yang dilahirkan yaitu menjadi peminum atau pecandu, atau mengalami gangguan mental/cacat.
4) Wanita “pemakai” mempunyai sikap hidup malas dan kekurangan gizi sehingga mengakibatkan bayi yang berada dalam kandungannya gugur, berat rendah atau cacat.
5) Dapat mengakibatkan impotensi atau keinginan seksual yang berlebihan maupun perilaku seksual yang menyimpang sehingga menggangu keharmonisan keluarga.

VI. Alasan mengapa remaja terkena masalah narkoba atau miras.
Beberapa remaja terjerumus kemasalah narkoba dan miras karena pengaruh lingkungan dan pergaulan. Mereka yang memakai selalu mempunyai kelompok pemakai. Awalnya seseorang hanya mencoba-coba karena keluarga atau teman-teman menggunakannya, namun kemudian ada yang menjadi kebiasaan.
Pada remaja yang “kecewa” dengan kondisi diri atau keluarganya, sering menjadi lebih suka untuk mengorbankan apa saja demi hubungan baik dengan teman-teman khusunya.
Adanya ajakan atau tawaran dari teman serta banyaknya film dan saran hiburan yang memberikan contoh “model pergaulan modern” biasanya mendorong mereka kepada pemakaian secara berkelompok. Obat atau minuman keras memang menimbulkan ketergantungan, namun yang terutama sebenarnya adalah ketergantungan kepada kelompok, yaitu adanya rasa “diakui” mempunyai identitas yang sama dengan mereka, yaitu teman-teman sekelompoknya yang “modern dan pemberani”
Apabila seseorang telah menjadi terbiasa memakainya dan karena mudah untuk mendapatkannya, maka dia akan mulai memakinya sendiri sampai tahu-tahu telah menjadi ketagihan dan sulit disembhkan. Sulit disembuhkan karena zat-zat itu telah meresap kedalam tubuh dan perasaan, sehingga menuntut untuk dipernuhi. Ketagihan obat memang dapat menimbulkan “rasa nyeri” atau “demam” yang berlebihan dan baru akan sembuh jika yang bersangkutan menggunakan obat itu. Maka tak jarang orang yang telah ketagihan menjadi pencuri, pemalahk dan mendapatkan apa saja untuk mendapatkan Narkoba dan Miras.

VII. Cara untuk menghidari kecanduan Narkoba/Miras
Jangan pernah berpikir untuk mencoba. Pikiran bahwa “…aku hanya mencoba dan gampang untuk berhenti…” adalah pikiran yang berbahaya dan salah untuk persoalan Narkoba.
Menghindari diri dari pemakaian Narkoba/Miras adalah dengan sikap menolak untuk memakainya, karena sadar penuh terhadap konsekuensinya yang diakibatkan. Sikap menolak yang pertama adalah menjauhkan diri dari dari mereka yang memakai apabila anda merasa akan sulit untuk bisa menolak tawaran. Sikap menolak yang lain adalah tidak mau ikut-ikutan menikmati barang itu, meskipun sehari-hari tetap bergaul biasa dengan mereka, hanya saja tidak usah sungkan-sungkan untuk menyatakan “tidak” jika ditawari untuk ikut memakainya.

VIII. Cara mengelola diri agar jauh dari Narkoba/Miras
Pada prinsipnya hidup itu harus seimbang, yaitu mematuhi berbagai kebutuhan baik fisik, social, mental maupun spiritual. Untuk selalu diingat adalah berbagai kegiatan yang perlu dilakukan sehari-hari agar terhindar dari Narkoba/Miras adalah :
1) Aktif memegang teguh norma-norma agama dan social kemayarakatan
2) Aktif melibatkan diri dalam kegiatan keluarga, social kemasyarakatan dan keagamaan.
3) Aktif melakukan gerak badan dan olah raga.
4) Aktif melakukan kegiatan hobi, rekreasi atau bermain dengan teman.
5) Aktif mengembangkan kemampuan diri dengan berbagai keterampilan.
6) Istirahat yang cukup dan juga makan yang cukup dengan gizi seimbang.
7) Hadapi persoalan hidup dengan tanpa terlalu takut, panic atau stress karena pasti akan dapat diselesaikan seiring dengan berjalannya waktu.
8) Jangan menyimpan persoalan, kalau bisa ceritakan kepada orang lain.
9) Percaya bahwa hidup telah ada yang mengatur, kita hanya wajib menjalankan dengan sebaik-baiknya.
10) Jangan mudah menerima sesuatu dari orang lain baik yang sudah dikenal ataupun orang yang belum dikenal seperti permen atau cemilan-cemilan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar